Abstract :
Tanggap darurat merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk mengantisipasi
jika tiba-tiba terjadi suatu keadaan darurat seperti mogok, kecelakaan,
kebakaran dan lainnya. Tanggap darurat adalah bagian dari elemen sistem
manajemen keselamatan angkutan umum yang wajib dilakukan oleh perusahaan
angkutan umum dalam rangka mewujudkan keselamatan dan mengelola risiko
kecelakaan. Di Transjakarta penerapan tanggap darurat sudah dilaksanakan
tetapi masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mengukur tingkat penerapan tanggap darurat yang ada
di PT. Transjakarta, Kendala apa saja yang dihadapi dan pemberian usulan
mengenai perbaikan penerapan tanggap darurat yang ada. Metode yang
digunakan adalah perbandingan antara lokasi studi kasus dengan literatur.
Menggunakan instrumen penelitian observasi. Transjakarta sudah memiliki
standar prosedur operasional dalam menangani ketanggap daruratan dimana
didalamnya membahas mengenai Emergency Response Plan, Emergency
Response Operation, Emergency Response Evaluation, Emergency Response
Review. Hasil yang di dapatkan dari penelitain ini menunjukan bahwa penerapan
tanggap darurat di PT.Transjakarta sudah cukup baik, Namun dalam
penerapannya masih ada kekurangan terutama dalam mengidentifikasi potensi
keadaan darurat yang mungkin terjadi pada saat operasi, Belum adanya
wewenang khusus yang diberikan kepada tim tanggap darurat, Dan belum
melaksanakan peningkatan kepada awak kendaraan untuk mengatasi keadaan
darurat . Rekomendasi yang di berikan berupa desain peningkatan tanggap
darurat dan wewenang tim tanggap darurat.