Abstract :
Pemerintah membuat kebijakan baru di bidang otomotif yaitu ?Program
Produksi? pada tahun 2013. Salah satu program kebijakan tersebut yaitu
kendaraan hemat energi dan harga terjangkau atau disebut dengan Low Cost
Green Car (LCGC). Kendaraan LCGC harus dijual dengan harga yang terjangkau,
hal tersebut mengakibatkan penggunaan teknologi keselamatan pada kendaraan
menjadi sangat terbatas sehingga risiko kecelakaan menjadi lebih besar. Fitur
teknologi keselamatan yang mencegah terjadinya hilang kendali seperti oversteer
dan understeer yaitu Electronic Stability Control (ESC). Berdasarkan penelitian
Leon S. Robertson (2014) mobil yang memiliki fitur ESC mengalami risiko
kecelakaan 42% lebih kecil dari mobil yang tidak menggunakan fitur tersebut.
Penelitian ini membahas tentang ?PENGARUH KECEPATAN, SUDUT BELOK DAN
JUMLAH PENUMPANG TERHADAP STABILITAS KENDARAAN LCGC? dengan tujuan
untuk mengetahui perilaku arah belok mobil LCGC.
Metode yang digunakan untuk mengetahui stabilitas kendaraan pada
penelitian ini, menggunakan analisis slip, skid dan guling dengan variasi: jumlah
penumpang, kecepatan, sudut belok dan jalan yang dilewati.
Hasil pada penelitian ini menunjukkan stabilitas kendaraan mobil AY yang
paling baik yaitu ketika dinaiki oleh 2 penumpang. Pada analisis slip, sudut slip
roda depan dan belakang dipengaruhi oleh peningkatan kecepatan, sudut belok
dan jumlah penumpang. Perhitungan analisis skid menunjukkan batas kecepatan
maksimum skid mobil AY mengalami penurunan setiap bertambahnya sudut belok
kendaraan. Pada analisis guling, batas kecepatan kendaraan tidak terguling akan
menurun karena dipengaruhi jumlah penumpang.