Abstract :
Kontribusi emisi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi
udara terbesar mencapai 60-70%, dibanding dengan industri yang hanya
berkisar antara 10-15%. Dilihat dari proses berkerjanya, sebuah kendaraan
dapat menghasilkan polutan berupa Carbon monoksida (CO), Hidrokarbon (HC),
Nitrogen oksida (NOx), Sulfur Oksida (SO2) dan Timbal (Pb) yang sering disebut
sebagai polutan primer. Di dalam gedung pengujian, sebagian besar kegiatan
pemeriksaan kendaraan bermotor berlangsung yang berpotensi menimbulkan
polusi akibat emisi gas buang. Gas-gas yang dikeluarkan oleh emisi gas buang
kendaraan bermotor dapat mempengaruhi kesehatan bagi penyedia pelayanan
pengujian kendaraan bermotor. Penelitian ini dilakukan pada UPT Pengujian
Tandes Kota Surabaya dengan menggunakan alat pendeteksi kadar udara yang
dilengkapi sensor MQ2, MQ7, MQ135, DHT11, TGS2611 dan blower sebagai
penormalisasi kadar udara (CO, HC, NOx, asap, dan suhu ruangan). Penelitian ini
bertujuan untuk memantau dan menormalisasi kadar udara (CO, HC, NOx, asap,
dan suhu ruangan) di gedung pengujian kendaraan bermotor. Alat tersebut
dipasang di beberapa titik, yaitu emisi gas buang, pit lift, dan brake tester. Dari
penelitian diperoleh penurunan kadar gas (CO, HC, NOx, asap, dan suhu
ruangan). Akan tetapi, untuk suhu ruangan dan gas CO mengalami penurunan
tetapi tidak signifikan dikarenakan suhu lingkungan di Kota Surabaya tinggi dan
volume kendaraan yang di uji tinggi. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi
masalah tersebut dibutuhkan tambahan pemasangan blower.