Abstract :
Pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor di gedung pengujian kendaraan
bermotor Kota Tegal mengandung risiko bahaya kerja. Potensi bahaya kerja yang
dihadapi oleh para pekerja setiap hari adalah terpapar emisi gas buang, hal ini
mengakibatkan para pekerja sering mengalami sesak nafas dan batuk-batuk.
Dengan melihat risiko bahaya yang ditimbulkan, maka perlu segera dilakukan
sebuah usaha untuk mengendalikan risiko tersebut. Hal tersebut sesuai dengan
tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi potensi bahaya, memberikan penilaian
risiko kerja serta memberikan rekomendasi teknik pengendalian risiko bahaya.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan
dalam pengumpulan data yaitu observasi, telaah dokumen, dan wawancara.
Analisis data menggunakan teknik triangulasi dan metode analisis yang
digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment And Risk Control
(HIRARC), data diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2007. Selanjutnya
untuk mendapatkan kevalidan/kelayakan hasil penelitian, dilakukan uji validasi
instrumen oleh Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa telah teridentifikasi 19 potensi
bahaya, dimana 3 (tiga) ranking tertinggi adalah terhirup partikulat debu
sebanyak 16,2%, terhirup emisi gas buang sebanyak 12%, dan iklim kerja panas
sebanyak 9,4%. Sedangkan hasil analisis risiko didapatkan nilai risiko dengan
urutan kategori ?risiko sedang? sebanyak 72%, kategori ?risiko tinggi? sebanyak
19%, dan kategori ?risiko rendah? sebanyak 9%. Teknik pengendalian risiko yang
dapat dilakukan adalah dengan cara substitusi, kontrol teknik, kontrol
administrasi, dan penggunaan alat pelindung diri.