Abstract :
Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan serius yang perlu ditindak lanjuti
dengan penanganan yang tepat pada lokasi rawan kecelakaan dengan tujuan
dapat mengurangi angka kecelakaan pada lokasi rawan kecelakaan tersebut.
Seiring dengan berkembangnya teknologi, diperlukan sebuah alat pemberi
informasi dalam hal ini lokasi rawan kecelakaan dan informasi terkait dengan
penanganan yang tepat untuk lokasi rawan kecelakaan tersebut dengan
memanfaatkan implementasi WebGIS sebagai media informasi yang digunakan.
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor apa yang
berpengaruh terhadap tingkat kecelakaan di Kabupaten Tegal, kemudian
menentukan prioritas penanganan lokasi rawan kecelakaan yang ditentukan dalam
tiga lokasi rawan kecelakaan dengan angka tertinggi yaitu Desa Suradadi, Desa
Maribaya dan Desa Pakulaut dengan menggunakan metode AHP (Analitycal
Hierarchy Proccess) melalui pendekatan 3E (Education, Engineering, Enforcement)
berdasarkan Samantha Piper sebagai Public Safety Specialist City of Chilliwack
dalam Engineering Departement. Sehingga didapatkan prioritas penanganan yang
tepat untuk lokasi rawan kecelakaan yang kemudian dapat di implementasikan ke
dalam peta online atau WebGIS sebagai sarana informasi yang digunakan untuk
memberikan informasi terkait dengan penanganan untuk lokasi rawan kecelakaan.
Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berpengaruh terhadap tingkat
kecelakaan yang ada di Kabupaten Tegal adalah faktor pelanggaran yaitu tidak
memberi isyarat saat akan berpindah lajur dan tidak memiliki SIM. Prioritas
penanganan yang tepat untuk dilakukan di masing ? masing lokasi rawan
kecelakaan yaitu untuk lokasi Desa Suradadi dalam bidang teknis meliputi
perbaikan perkerasan jalan sebesar 34%. Desa Maribaya dalam bidang teknis
meliputi perbaikan perkerasan jalan sebesar 31% serta Desa Pakulaut dalam
bidang Penegakkan Hukum meliputi meningkatkan frekuensi pengawasan sebesar
49%.