Abstract :
Kawasan Soreang merupakan pusat kota Kabupaten Bandung. Lokasinya yang
strategis, menjadikan kawasan Soreang memiliki beragam kepentingan.
Banyak mobilitas seperti pemerintahan dan perkantoran. Kawasan ini juga
akan menjadi pintu keluar Tol Soroja (Soreang-Pasirkoja) sehingga
pergerakan lalu lintas akan mengalami peningkatan. Dengan melihat
kepentingan kawasan Soreang, maka sangat diperlukan Audit Keselamatan
Jalan (AKJ) guna mencegah terjadinya kecelakaan di ruas jalan yang berada
di kawasan Soreang.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit keselamatan jalan, mengukur
nilai potensi kecelakaan, dan memberikan usulan penanganan pada delapan
ruas jalan kolektor primer yang melintasi kawasan Soreang. Penelitian ini
dilaksanakan dengan menggunakan formulir AKJ pada daftar periksa D, yaitu
Audit Keselamatan Jalan untuk tahap operasional jalan, dengan
membandingkan kondisi eksisting dengan standar teknis yang disepakati.
Hasil audit dihitung dengan menggunakan nilai peluang terjadinya kecelakaan
dari Mulyono, dkk (2009) untuk mengetahui berapa besar potensi kecelakaan
yang akan terjadi berdasarkan penyimpanagan standar atau defisiensi. Selain
itu dilakukan juga survei pendukung AKJ yaitu survei inventarisasi jalan dan
perlengkapannya serta survei kecepatan sesaat yang dianalisis menggunakan
persentil 85 (SPSS).
Hasil audit keselamatan jalan menunjukan bahwa dari delapan ruas kolektor
primer jalan yang ada di kawasan Soreang, masih terdapat penyimpanagan
yang ditemukan, dengan ruas jalan 7 (Soreang Cipatik) memperoleh nilai
potensi tertinggi yaitu 81 atau peluang terjadinya kecelakaan dalam satu
tahun sebesar 275 kejadian kecelakaan. Akibat dari adanya penyimpanagan,
maka perlu dilakukan upaya penanganan untuk mereduksi kecelakaan di ruas
jalan tersebut.