Abstract :
Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk yang padat.
Menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2010 jumlah penduduk Indonesia
adalah 237.641.326 jiwa. Kebutuhan sarana transportasi akan sebanding dengan
peningkatan jumlah penduduk. Banyaknya jumlah kendaraan di Indonesia
menimbulkan beberapa permasalahan antara lain kemacetan karena jumlah
kendaraan yang melebihi kapasitas jalan, konflik lalu lintas dan banyaknya
kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah yang serius yang
terjadi di berbagai dunia termasuk di Indonesia. Perlu upaya baik teknis maupun
non teknis untuk memperbaiki kondisi demikian. Jalan Bangak-Simo di wilayah
Kabupaten Boyolali memiliki rata-rata kecelakaan tinggi setiap tahunnya. Perlu
adanya penanganan untuk mengurangi angka kecelakaan di Jalan Bangak-Simo.
Metode yang digunakan untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan adalah
metode Equivalency Accident Number (EAN), Cumulative Summary (cusum), dan
metode Z-Score.
Potensi kecelakaan pada ruas jalan bangak - simo terdapat pada kilometer 3
dikarenakan tinginya kecepatan kendaraan yang melintasi pada ruas jalan tersebut
dan banyaknya hazard yang terdapat pada ruas jalan tersebut maka dari itu perlu
adanya penanganan pada ruas jalan tersebut dengan cara pembuatan marka jalan,
penutupan lubang yang terdapat pada ruas jalan tersebut, pembuatan bahu jalan,
dan juga perawatan tanaman pepohonan yang menghalangi jarak pandang
pengemudi saat di tikungan.