Abstract :
Bundaran Tugu Bancar Kabupaten Purbalingga menjadi potensi
terjadinya pelanggaran, Karena letak bundaran yang bergeser dari
pertigaan. Secara terperinci, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
kinerja Bundaran Tugu Bancar Kabupaten Purbalingga sehingga dapat
menilai kinerja bundaran dan merencanakan beberapa penanganan
bundaran untuk mengurangi permasalahan yang ada.
Metode kuantitatif yang digunakan dalam analisis kinerja Bundaran
Tugu Bancar dan jaringan jalan sekitarnya mengacu pada Manual Kapasitas
Jalan Indonesia (1997) serta analisis Gap Acceptance. Dari hasil analisis
diketahui bahwa tundaan bernilai 4,28 detik/smp, ini menunjukkan bahwa
tingkat pelayanan bundaran A yang berarti bahwa arus bebas dengan
kecepatan tinggi, pengemudi dapat melewati persimpangan yang diinginkan
tanpa harus berhenti. Dan untun analisis Gap Acceptance pada Bundaran
Tugu Bancar adalah bernilai 4,77 detik untuk Gap Kritis dan Untuk nilai Gap
Acceptance pada masing-masing ruas jalan yang tertinggi yaitu 58,17%
peluang dengan jumlah 58 kendaraan dari total 102 volume lalu lintas yang
terjadi pada Jalan Jendral Sudirman (Peak pagi).
Adapun saran yang akan menjadi masukan dan pertimbangan adalah
dengan melakukan peninjauan ulang terhadap geometrik Bundaran Tugu
Bancar Kabupaten Purbalingga dikarenakan posisi bundaran yang tidak
simetris pada tiap kaki simpang, agar tidak terjadi pelanggaran lalu lintas
yang dilakukan mengemudi kendaraan yag melintasi kawasan Bundaran
Tugu Bancar purbalingga. Dikarenakan setiap tahunnya volume kendaraan di
setiap daerah dipastikan meningkat, Agar dilakukan pengawasan oleh
petugas yang berwenang terhadap pengguna jalan yang melakukan
pelanggaran sebelum dilakukannya perubahan pada kinerja bundaran
dengan menggunakan sistem CCTV (Closed Circuit Television) pada setiap
kaki simpang, Melakukan penertiban yang terjadi pada kaki simpang
bundaran dikarenakan adanya parkir kendaraan di kawasan bundaran
sedangkan telah tertera rambu dilarang parkir.