Abstract :
Di Indonesia setiap tahunnya hampir kehilangan 400.000 nyawa usia 0 - 25 tahun
akibat kecelakaan. Artinya, setiap hari, lebih dari 1.000 anak-anak tewas di jalan raya.
Banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di indonesia merupakan refleksi dari perilaku
masyarakat Indonesia itu sendiri ketika berlalu lintas.
Pada lokasi penelitian yaitu SD Cingcin Jalan Terusan Kopo Kabupaten Bandung
terdapat beberapa masalah yaitu belum adanya area antar jemput pelajar, namun orang
yang menjemput cenderung mengantar jemput di depan sekolah dan adanya kendaraan
yang parkir di trotoar serta badan jalan, dari hal tersebut dapat membahayakan pelajar
yang akan bersinggungan langsung dengan lalu lintas, selain itu berdampak pada
menurunnya kinerja lalu lintas dan menurunnya tingkat keselamatan dilihat dari jumlah
konflik lalu lintas ruas jalan. Peningkatan kinerja lalu lintas dan peningkatan segi
keselamatan salah satunya dengan strategi penerapan area antar jemput pelajar dan
area parkir di sekitar kawasan sekolah.
Sebelum dilakukan kajian penerapan, kinerja ruas jalan Terusan Kopo memiliki V/C rasio
0,6 yaitu tingkat pelayanan C. Kajian penerapan yang dilakukan berdampak pada kinerja
jalan dan mengalami penurunan dengan hasil analisis V/C rasio yaitu 0,56 dengan
tingkat pelayanan C. Penerapan area antar jemput ini dilakukan dengan lebar masing-
masing 2,5 meter. Selain itu berdampak pada konflik lalu lintas dengan jumlah pada
arah Jalan Soreang 21 (dua puluh satu) konflik dan arah Terusan Kopo 47 (empat puluh
tujuh) konflik. Dilakukan kajian penerapan area antar jemput pelajar dan diberi traffic
count dengan tali memanjang ini konflik lalu lintas dapat berkurang karena orang-orang
tidak menggunakan badan jalan yang seharusnya untuk pergerakan perjalanan dan
tidak menyeberang karena terdapat area di setiap sisi jalan.