Abstract :
Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan serius yang terjadi di berbagai
dunia termasuk di Indonesia. Kabupaten Klaten menduduki peringkat nomor 4
kecelakaan tertinggi di Jawa Tengah. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kecelakaan
berdasarkan Satuan Lalu Lintas Polres Klaten (Satlantas) terhitung dari bulan
Januari hingga Agustus tahun 2016 sebanyak 529 kejadian kecelakaan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui lokasi rawan kecelakaan, karakteristik kecelakaan
dan usulan penanganan terhadap lokasi rawan kecelakaan serta menyusun
rencana anggaran biaya untuk penanganan lokasi rawan kecelakaan.
Penelitian ini menggunakan metode Equivalency Accident Number (EAN) yang
digunakan untuk menghitung angka kecelakaan dengan pembobotan angka
ekivalen kecelakaan mengacu pada biaya kecelakaan lalu lintas. Sedangkan
metode K-Means Clustering akan menentukan lokasi rawan kecelakaan
berdasarkan nilai perhitungan yang berada pada cluster 1 dan memiliki jarak
terpendek paling tinggi.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) Terdapat 2 lokasi rawan kecelakaan di ruas
jalan nasional di kabupaten Klaten dengan nilai EAN 246 & 363 dan K-Means
Clustering dengan jarak terpendek paling tinggi 68.023 & 69.004, 2) Karakteristik
kecelakaan dilihat dari segi waktu kejadian kecelakaan pagi hari 44%, tipe
kecelakaan depan-samping 56% & 62%, kendaraan terlibat kecelakaan sepeda
motor 35% & 32%, jenis kelamin pria 64% & 69%, usia 16?25 tahun 29% & 34%,
profesi karyawan 52% & 54%, tingkat pendidikan SMA 62% & 67%, tanpa
kepemilikan SIM 38%, 3) Penanganan lokasi rawan kecelakaan disesuaikan
dengan kondisi di lokasi rawan kecelakaan, 4) Estimasi biaya penanganan lokasi
rawan kecelakaan disesuaikan dengan rekomendasi penanganan yang dapat
diterapkan dengan total biaya Rp 22.934.863.