Abstract :
Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Tabanan merupakan kawasan komersial yang
memungkinkan adanya bangkitan dan tarikan pejalan kaki. Kondisi tersebut sudah
seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah dalam memfasilitasi jalur pejalan
kaki. Namun pada kenyataannya kondisi fasilitas pejalan kaki di Jalan Ahmad Yani
masih sangat kurang. Fasilitas yang ada pun seperti trotoar pada sisi Selatan jalan,
memiliki ketersediaan ruang yang masiih kurang serta pemanfaatan jalur pejalan
kaki sebagai tempat parkir. Lalu lintas kendaraan yang ramai menyebabkan kurang
efektifnya fasilitas zebra cross sebagai tempat aman untuk menyeberang.
Pengumpulan data karakteristik pejalan kaki, volume lalu lintas, data gap
acceptance serta data pendukung lainnya akan digunakan dalam mengevaluasi
fasilitas pejalan kaki. Analisis dilakukan terhadap karakteristik pejalan kaki, tingkat
pelayanan trotoar, analisis PV
2
, analis gap acceptance serta perbandingan standar
teknis yang berkaitan dengan pejalan kaki maupun kondisi lalu lintas.
Hasil analisis menunjukan bahwa besarnya volume pejalan kaki dan ruang trotoar
baik pada hari Kerja maupun hari Libur menyebabkan tingkat pelayanan fasilitas
trotoar termasuk dalam kategori D. Analisis gap acceptance menunjukan tidak
semua pejalan kaki dapat menyebrang dengan aman dan analisis PV
2
merekomendasikan pelican crossing sebagai fasilitas penyeberang yang baik
dibandingkan dengan zebra cross. Penyelesaian masalah fasilitas pejalan kaki di
Jalan Ahmad Yani diantaranya penertiban parkir liar di trotoar, penambahan lebar
trotoar, pengembangan trotoar pada sisi Utara serta fasilitas Jembatan
Penyeberang sebagai fasilitas penyebrangan yang layak dipasang di jalan arteri
seperti Jalan Ahmad Yani tersebut. Alasan pemasangan Jembatan penyeberangan
dikarenkan fasilitas pelican crossing belum memenuhi standar teknis.