Abstract :
Mengemudi adalah suatu pekerjaan yang melelahkan, dan merupakan salah satu
pekerjaan yang memerlukan perhatian berkelanjutan. Kelelahan pengemudi
dapat mengakibatkan menurunnya kesiagaan dan perhatian sehingga
memungkinkan kehilangan kewaspadaan yang berakibat pada kecelakaan di
jalan. Mengutip dari thesis Purnisa Damarany (2012), penelitian menunjukkan
kelelahan pengemudi dapat menjadi sebuah faktor penyebab hingga 20% dari
kecelakaan di jalan, dan 1/4 dari kecelakaan fatal dan serius (ROSPA, 2001).
Perusahaan jasa transportasi Java Trans Kabupaten Demak melayani jasa
perjalanan pariwisata dan wisata religi atau ziarah kubur. Perjalanan yang
menempuh jarak dengan waktu lama sehingga dibutuhkan pengetahuan
manajemen kelelahan pada pengemudinya. Berdasarkan latar belakang tersebut
maka dilakukan penelitian mengenai desain pelatihan manajemen kelelahan
pengemudi.
Metode penelitian menggunakan metode penelitian pre-eksperimental. Desain
eksperimen yang digunakan adalah Design One Group Pretest-Posttest. Teknik
sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampel. Sampel
penelitian adalah seluruh pengemudi perusahaan Java Trans yang berjumlah 6
pengemudi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes (Pre-test dan
Post-test). Pengujian persyaratan analisis menggunakan uji normalitas dan uji
homogenitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Paired Sample T-
test.
Berdasarkan hasil Uji Paired Sample T-test terlihat pada output sig = 0,007 <
0,05, maka Ho ditolak, artinya bahwa hasil Pre-test dan Post-test memiliki
perbedaan dengan kata lain Ha diterima. Pada penelitian ini hasil Uji T tersebut
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum adanya pelatihan
dengan setelah pelatihan. Hasil peningkatan pengetahuan menunjukkan
peningkatan sebesar 40% dari kategori cukup menjadi baik. Jadi dapat
disimpulkan bahwa desain pelatihan manajemen kelelahan pengemudi dapat
meningkatkan pengetahuan manajemen kelelahan pada pengemudi.