Abstract :
Pengendali kecepatan lalu lintas adalah fasilitas yang direncanakan untuk
mempertahankan kecepatan lalu lintas (kendaraan) pada tingkat tertentu secara
teoritis dan praktis, pada kondisi khusus yang berhubungan dengan aspek
geometrik jalur maupun tata guna lahan di sekitarnya termasuk pembatas
kecepatan. Salah satu jenis alat pengendali kecepatan adalah kelokan (chicane).
Kelokan adalah fasilitas yang dirancang dalam bentuk gangguan geometrik
horisontal untuk memberikan efek paksaan terhadap pengemudi untuk
menurunkan kecepatan.
Terdapat dua bentuk kelokan (chicane) yang digunakan dalam penelitian ini.
Chicane model 1 yakni dari Pedoman Perencanaan Fasilitas Pengendali
Kecepatan dari Departemen Permukiman dan Prasarana Pd. No. 009/PW/2004
sedangkan chicane model 2 dari Pennsylvania?s Traffic Calming Handbook yang
dibuat oleh Pennsylvania Department of Transportation. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui perubahan kecepatan kendaraan setelah penerapan
permodelan traffic calming menggunakan chicane dengan cara simulasi
langsung di Jalan Pemuda Kabupaten Kebumen menggunakan traffic cone dan
rambu portebel. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode
before after. Indikator dalam penentuan chicane yang efektif adalah penurunan
kecepatan dan kapasitas jalan.
Dari hasil analisis didapatkan bahwa model kelokan (Chicane) sebagai alat
pengendali kecepatan yang paling efektif mengurangi kecepatan di ruas Jalan
Pemuda kabupaten Kebumen adalah chicane model 2, dengan nilai kecepatan
32 km/jam atau selisih 2 km/jam dari target kecepatan aman yaitu 30 km/jam.
Adapun kapasitas jalan setelah dilakukan simulasi chicane model 2, kapasitas
jalan mengalami penurunan dari kapasitas jalan eksisting 3517 smp/jam
berkurang menjadi 1527 smp/jam sehingga merubah tingkat pelayanan jalan
eksisting kategori B menjadi tingkat pelayanan kategori D.