Abstract :
Jalan Tol merupakan jalan yang mewajibkan penggunanya untuk membayar tol.
Dengan kewajiban membayar tol sewajarnya mempunyai fasilitas keselamatan
jalan yang lebih. Namun tetap saja masih ditemui kerusakan jalan pada
permukaan jalan pada ruas jalan tol di Indonesia, salah satunya adalah ruas
jalan Tol Pemalang-Batang. Dengan adanya kerusakan jalan ini harus dilakukan
analisis guna meningkatkan keselamatan jalan. Tujuan dari penenlitian ini adalah
untuk mendeskrisipan, menilai kondisi perkerasan jalan, menilai kondisi
ketidakrataan jalan, megetahui hubungan antara kerusakan jalan dengan
kecelakaan dan memberikan penganganan yang efektif. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Pavement Condition Index (PCI) yang merupakan
indeks permukaan jalan yang berparameter pada jenis kerusakan jalan, tingkat
keparahan kerusakan jalan dan ukuran/jumlah kerusakan jalan serta metode
International Roughness Index yang merupakan indeks ketidakrataan jalan
dengan parameter kerataan permukaan jalan. Hasil penelitian sebagai berikut:
kondisi perkerasan jalan menurut metode Pavement Condition Index bahwa nilai
PCI rata-rata sebesar 94,93 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 16.
Sedangkan hasil penelitian kondisi perkerasan jalan menurut metode
International Roughness Index bahwa nilai rata-rata 2,48 dengan nilai tertinggi
8,62 dan nilai terendah 0,66. Hubungan antara Pavement Condition Index
dengan International Roughness Index menghasilkan bahwa pengaruh PCI
terhadap IRI sebesar 0,6% yang artinya pengaruh nilai PCI terhadap IRI itu ada
namun pengaruhnya sangat kecil dimana faktor lain yang mempengaruhi adalah
cara dalam mencari nilai pada masing-masing metode analisis dengan semakin
tinggi nilai PCI maka nilai IRI akan semakin rendah yang artinya lokasi/stationer
jalan yang tidak mempunyai kerusakan jalan maka stationer jalan sebut
mempunyai kondisi permukaan jalan yang rata. Solusi yang digunakan dalam
penelitian ini adalah perbaikan dengan metode perbaikan P1 (Penebaran Pasir),
metode perbaikan P2 (Pengaspalan), metode perbaikan P3 (Penutupan Retak),
metode perbaikan P4 (Pengisian Retak), metode perbaikan P5 (Penambalan Rusak) dan metode perbaikan P6 (Perataan).