Abstract :
Pemerintah Kota Palangka Raya menggunakan BRT sebagai salah satu moda
transportasi di Palangka Raya. Penggunaan BRT ini memiliki tujuan yakni mampu
melayani kebutuhan permintaan penumpang di sepanjang rute yang sesuai
dengan lokasi bangkitan. Untuk pengoperasian BRT diperlukan adanya fasilitas
penunjang, salah satunya adalah halte yang juga sesuai dengan lokasi bangkitan
penumpang.
Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini dipilih model set covering problem dan
max covering problem menggunakan aplikasi Lingo 18.0. Model set covering
problem bertujuan untuk memberikan akses yang layak ke halte terdekat kepada
penumpang dengan jumlah halte yang minimum. Sedangkan max covering
problem bertujuan untuk menentukan lokasi halte yang akan dibangun ketika
terdapat batasan jumlah dalam mendirikan halte.
Kinerja rute dan operasi BRT koridor II di Kota Palangka Raya meliputi jumlah
penumpang yang diangkut, faktor muat (Load Factor), waktu antara (Headway),
kecepatan perjalanan dan ketersediaan angkutan (Availability) belum sesuai
dengan standar sedangkan untuk waktu tunggu penumpang sudah memenuhi
standar peraturan yang ditetapkan. Rute dari bus BRT koridor II di Palangka Raya
sudah sesuai dengan lokasi bangkitan penumpang, tetapi untuk jadwal dan rute
operasional setiap harinya belum memenuhi lokasi permintaan penumpang.
Jumlah halte maksimal sesuai dengan bangkitan penumpang adalah 17 dan
dengan halte optimal berjumlah 12, maka pada analisis sensitivitas dicoba 3
alternatif lain untuk melihat lokasi yang terpilih. Alternatif tersebut adalah 5,10 dan 15.