Abstract :
Persimpangan Otto Iskandar Dinata di Kota Sukabumi merupakan simpang
yang dipisahkan oleh perlintasan kereta api, dimana letak persimpangan ini dibagi
menjadi dua yaitu arah barat merupakan simpang empat dan arah timur
merupakan simpang tiga. Serta banyaknya perjalanan kereta api dengan volume
lalu lintas yang padat maka berpotensi adanya kecelakaan. Secara terperinci,
penelitian ini bertujuan untuk melakukan usulan alternatif solusi penerapan APILL
dan desain bundaran pada persimpangan untun mengurangi titik konflik lalu lintas
dan mengurangi potensi kecelakaan pada perlintasan kereta api.
Metode yang digunakan dalam analisis level of service menggunakan
perhitungan dan mikrosimulasi oleh software PTV Vissim 9 sedangkan metode
untuk mengetahui konflik lalu lintas yang terjadi adalah dengan menggunakan
software SSAM. Langkah selanjutnya adalah memberikan alternatif penanganan
dari permasalah level of service dan konflik lalu lintas yaitu pertama dengan
penerapan APIIL 4 fase pada simpang Otto Iskandar Dinata. Alternatif penanganan
kedua yaitu dengan penerapan APILL 3 fase. Alternatif penanganan ketiga yaitu
pengalihan arus lalu lintas dengan sistem satu arah dengan pendekatan simpang
Bundaran pada simpang Otto Iskandar Dinata dan melakukan perubahan
geometrik jalannya yaitu berupa pembuatan jalan.
Alternatif penanganan simpang yang dipilih untuk jangka waktu pendek
adalah alternatif penanganan kedua yaitu penerapan APILL 3 fase dengan tingkat
pelayanan level of service pada simpang yaitu C dengan pengurangan konflik
crossing sebesar 84% dan konflik lane change 52%. Kemudian alternatif untuk
jangka Panjang adalah pengalihan arus lalu lintas dengan sistem satu arah dengan
pendekatan simpang bundaran dengan tingkat pelayanan level of service A
hilangnya konflik crossing dan memilik total konflik lane change sebesar 103.