Abstract :
Pejalan kaki merupakan salah satu pengguna jalan yang paling rentan terhadap
terjadinya kecelakaan. Dari hasil pengamatan di ruas jalan Jenderal Sudirman
depan Pasar Kota Wonogiri terlihat belum tersedianya fasilitas pejalan kaki yang
memadai sesuai dengan kebutuhan pejalan kaki. Hal ini dapat dilihat dari kondisi
zebra cross yang sudah tidak jelas sehingga jarang digunakan oleh pejalan kaki,
selain itu kondisi ukuran trotoar yang sempit saat untuk berpapasan dan sering
dijadikan tempat berjualan.
Ruas jalan Jenderal Sudirman merupakan jalan utama untuk menuju ke pusat kota
atau pemerintahan di Kabupaten Wonogiri, sehingga pada waktu tertentu seperti
hari kerja volume kendaraan meningkat setiap harinya. Dengan kondisi fasilitas
pejalan kaki yang rusak dan volume lalu lintas yang tinggi mengakibatkan adanya
konflik antara pejalan kaki dan lalu lintas kendaraan yang mengakibatkan tingkat
pelayanan pejalan kaki yang kurang memadai. Kondisi ini menyebabkan terjadinya
potensi kecelakaan pada pejalan kaki.
Dari hasil analisis menyatakan karakteristik pejalan kaki di jalan Jenderal Sudirman
memiliki ruang pejalan kaki 0,16 m
/orang dengan tingkat pelayanan E, sedangkan
Arus Pejalan kaki 1,87 orang/menit/meter dengantingkat pelayanan A. Usulan
fasilitas pejalan kakiyang disarankan antara lain pelebaran trotoar, keberadaan
pedagang kaki lima yang ditertibkan, keindahan dari fasilitas trotoar, fasilitas
penyeberangan yang aman (Pelican Crossing) dan keberadaan pohon peneduh.