Abstract :
Pesatnya pergerakan lalu lintas ruas Jalan Prof. Dr. Hamka Kota Semarang
khususnya depan Kampus 3 UIN Walisongo yang merupakan kawasan
pendidikan dan pertokoan ditandai dengan banyaknya aktivitas pejalan kaki
yang melintas di ruas tersebut namun terbatas akan prasarana serta perilaku
pejalan kaki yang menyeberang bu
kan pada fasilitas dapat membahayakan bagi penyeberang itu sendiri.
Tingginya aktifitas lalu lintas menyebabkan sulitnya seseorang mendapatkan
kesempatan (gap) untuk menyeberang jalan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting lalu lintas
kendaraan dan pejalan kaki, mengetahui celah minimum (gap acceptance)
kendaraan bagi pejalan kaki dan menentukan perencanaan fasilitas pejalan
kaki dan desain fasilitas penyeberangan yang berkeselamatan. Metode yang
digunakan yaitu karakteristik pejalan kaki, tingkat pelayanan fasilitas pejalan
kaki, analisis PV
, dan analisis gap acceptance.
Kapasitas ruas jalan Prof. Dr. Hamka adalah 6246,24 smp/jam dengan
pengkategorian Level Of Service ?B?. Tingkat pelayanan fasilitas trotoar
termasuk dalam kategori E. Analisis PV
2
didapatkan bahwa pelican crossing
dengan
2
lapak
tunggu/pelindung sebagai rekomendasi fasilitas
penyeberangan. Analisis gap acceptance pejalan kaki menunjukkan peluang
pejalan kaki yang dapat menyeberang dengan aman terhadap gap kritis
eksisting di lokasi studi terutama pada jam sibuk kendaraan dan pejalan kaki
sangatlah kecil sehingga peningkatan fasilitas zebra cross menjadi pelican crossing dengan lapak tunggu sangat tepat.