Abstract :
Penerapan sistem satu arah pada ruas jalan Pangeran Diponegoro
dipandang perlu dilakukan kajian lebih lanjut dan evaluasi untuk mendapatkan
gambaran efektifitas atas penerapan kebijakan tersebut oleh Pemerintah kota
Tegal karena menimbulkan kemacetan dibeberapa titik ruas jalan khususnya
Jalan K.H Wahid Hasyim.
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui kinerja lalu lintas sebelum
diterapkannya sistem satu arah di Jalan Pangeran Diponegoro, mengetahui
kinerja lalu lintas sesudah diterapkannya sistem satu arah di jalan Pangeran
Diponegoro, menetapkan rekomendasi terhadap pemberlakuan sistem satu arah
di Jalan Pangeran Diponegoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
analisis kinerja ruas dan persimpangan jalan, analisis kecepatan kendaraan,
analisis nilai skor evaluasi kinerja lalu lintas dan analisis dampak lalu lintas.
Skor kinerja lalu lintas Jalan Pangeran Diponegoro tahun 2017 sebelum
diterapkannya sistem satu arah menggunakan metode MKJI dan software vissim
berturut-turut sebesar 22 dan 25, dan tahun 2020 berturut-turut sebesar 21 dan
23. Skor kinerja lalu lintas setelah diterapkannya sistem satu arah menggunakan
metode MKJI dan software vissim tahun 2017 berturut-turut sebesar 19 dan
pada tahun 2020 sebesar 17. Rekomendasi penanganan sistem satu arah yaitu
dengan merubah Jalan Ahmad Yani menjadi sistem satu arah dan mengganti
APILL dengan kanalisasi atau bundaran pada Simpang 4 Jakarta dan mendapatkan hasil peningkatan pada kecepatan kendaraan dan menurunkan tundaan kendaraan. Total skor skenario penanganan memiliki jumlah lebih tinggi untuk skenario 1 dengan jumlah 24 dan skenario 2 dengan jumlah 25 sehingga dapat meningkatkan kinerja lalu lintas ruas dan simpang.