Institusion
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Author
WAHYUNI, ANGGI SODIKOH TRI
Subject
T Technology (General)
Datestamp
2023-11-21 01:00:32
Abstract :
Kota Madiun memiliki 152 sekolah dan 56.492 murid dari jenjang sekolah dasar
sederajat sampai dengan sekolah menengah atas sederajat. Pada tahun 20152018
diketahui sebanyak 486 kecelakaan lalu lintas di Kota Madiun melibatkan
pelajar dan dari 12.500 kasus pelangaran oleh pelajar, kasus tertinggi yaitu tidak
membawa dan tidak memiliki surat ijin mengemudi (SIM). Tingginya kasus
kecelakaan dan pelanggaran di kalangan pelajar membuktikan bahwa masih
banyak pelajar yang mengendarai kendaraan pribadi ke sekolah. Tujuan penelitian
ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja bus sekolah gratis di Kota Madiun agar
dapat mengakomodasi kebutuhan transportasi pelajar ke sekolah dan pulang ke
rumah masing-masing.
Dinas Perhubungan Kota Madiun telah menyediakan 3 bus sekolah berkapasitas
45 penumpang dengan 25 tempat duduk dan 20 tempat berdiri yang melayani 3
trayek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di kalangan pelajar yang
tidak dipungut biaya. Namun tingginya minat pelajar untuk menaiki bus sekolah
tidak sebanding dengan kapasitas bus sekolah yang tersedia sehingga penumpang
bus merasa kurang nyaman. Untuk itu dibutuhkan jumlah bus yang seimbang
dengan permintaan pelajar. Perhitungan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah berdasarkan standar kinerja pelayanan angkutan dari Direktorat Jenderal
Perhubungan Darat Tahun 2002, pedoman teknis penyelenggaraan angkutan
penumpang umum di wilayah perkotaan dalam trayek tetap dan teratur dari SK
Direktorat Jenderal Nomer 687 Tahun 2002, dan perhitungan jumlah armada
dalam buku dasar-dasar ilmu transportasi oleh Munawar, A. (2011).
Hasil analisis dari data yang didapatkan menunjukkan bahwa penilaian kinerja bus
sekolah di Kota Madiun bernilai 16 dengan kategori sedang. Pada ketiga trayek
diperlukan penambahan masing-masing 1 bus sekolah karena diperlukan 2 unit bus sekolah pada setiap trayek.