Abstract :
Mengemudi melebihi batas kecepatan merupakan salah satu faktor utama
penyebab kecelakaan lalu lintas. Kecepatan tinggi akan menyebabkan
pengendara tidak memiliki cukup ruang dan waktu untuk melakukan pengereman
atau penghindaran sehingga dapat meningkatkan resiko kecelakaan dan fatalitas.
Manajemen kecepatan merupakan serangkaian tindakan yang bertujuan untuk
mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas, luka serius dan kematian akibat
kecelakaan.
Jalan Jatisrono-Jatiroto merupakan daerah rawan kecelakaan dengan penyebab
kecelakaan tertinggi yaitu kurangnya antisipasi oleh pengemudi yang bersumber
dari kecepatan tinggi sehingga perlu adanya pemasangan perangkat manajemen
kecepatan dilapangan untuk mengurangi kecepatan. Terdapat 4 jenis perangkat
yang disimulasikan dalam penelitian ini diantaranya simulasi 1 yaitu penerapan
rambu dan marka batas kecepatan, simulasi 2 penerapan rambu dan rumble
strip, simulasi 3 penerapan marka batas kecepatan dan rumble strip, dan
simulasi 4 penerapan dari ketiga perangkat manajemen kecepatan yaitu
penerapan rambu, marka batas kecepatan dan rumble strip. Efektivitas
perangkat manajemen kecepatan didasarkan pada penurunan kecepatan sesuai
batas kecepatan dan analisis uji perbandingan rata-rata.
Berdasarkan hasil analisis bahwa perangkat manajemen kecepatan yang paling
efektif adalah simulasi 4 penerapan rambu, marka batas kecepatan dan rumble
strip karena dapat menurunkan kecepatan paling signifikan hingga 12 km/jam (21%) mendekati batas kecepatan yang ditentukan berdasarkan PM No 111 tahun 2015.