Abstract :
Berdasarkan hasil analisis data kecelakaan yang berasal dari POLRES Kabupaten
Bogor dari tahun 2017-2019, jalan Ciawi Benda menempati peringkat Pertama
Daerah rawan kecelakaan di Kabupaten Bogor. Jalan Ciawi Benda mempunyai
fungsi jalan yaitu Arteri primer dan menjadi kawasan Industri dalam Kota.
Tingginya volume lalu lintas yang ada pada ruas jalan ini, maka diperlukan jalan
dan perlengkapan jalan yang memadai untuk meningkatkan keselamatan dengan
melakukan Inspeksi Keselamatan Jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hasil inspeksi keselamatan jalan dan mengidentifikasi hazard dengan tingkat
resikonya yang selanjutnya diberikan usulan penanganan untuk menciptakan jalan
yang berkeselamatan.
Metode inspeksi keselamatan jalan yang digunakan pada penelitian ini adalah
dengan menggunakan formulir inspeksi keselamatan jalan yang kemudian
dianalisis defisiensi yang ada pada komponen komponen inspeksi. Untuk
identifikasi hazard dan penilaian resiko dilakukan dengan menggunakan metode
New Zealand Standard. Yaitu dengan menggunakan matriks tingkat resiko.
Hasil analisis dan pembahasan pada penelitian ini adalah ditemukan bahwa jarak
pandang menyiap dan bahu jalan menempati peringkat tetinggi dalam defisiensi
hasil pemeriksaan inspeksi yaitu sebesar 60%. Dan untuk hasil identifikasi hazard
dan penilaian resiko hazard ditemukan bahwa risk level rendah sebesar 25%, risk
level sedang mempunyai persentase sebesar 37%, risk level tinggi mempunyai
persentase sebesar 19%, risk level ekstrim mempunyai persentase sebesar 19%
dengan frekuensi kecelakaan dan tingkat fatalitas tertinggi disebabkan oleh hazard
berupa melanggar batas kecepatan dan melanggar marka tengah. Untuk
mereduksi potensi kecelakaan dan tingkat fatalitas, diusulkan penanganan untuk
menegakan hukum bagi pelangar lalu lintas yang nantinya akan menimbulkan efek
jera bagi pelaku yaitu pemasangan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE)
sebuah sistem pengawasan dan penegakan hukum lalu lintas yang berbentuk
sebagai alat sensor dari sinar laser yang berwarna hijau di jalan yang bersinar.
penerapan teknologi E-TLE ini di perlukan khususnya bagi kendaraan yang
menurun yang melebihi batas kecepatan yang telah di tentukan.