Institusion
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Author
AHSAN ANAM, MUHAMMAD THORIQ
Subject
T Technology (General)
Datestamp
2023-11-21 01:01:55
Abstract :
Manajemen kecepatan terdiri atas serangkaian tindakan untuk
menyeimbangkan keselamatan dan memaksimalkan kepatuhan dengan cara
mengurangi kecepatan tinggi misalnya berkenaan dengan desain jalan,
permukaan jalan, kontrol lalu lintas dan penegakan hukum. Manajemen
kecepatan yang berkaitan dengan kontrol lalu lintas yaitu pengaturan batas
kecepatan dengan menggunakan alat pengendali kecepatan (traffic calming)
dalam hal ini berupa Speed Hump. Speed Hump merupakan alat yang dipasang
untuk menurunkan kecepatan di suatu ruas jalan yang memiliki kecepatan
eksisting tinggi atau melebihi batas kecepatan, alat pengendali kecepatan
(traffic calming) biasanya diterapkan di daerah perumahan, pusat perbelanjaan,
dan jalan yang terdapat permukiman dan sekolahan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan eksisting dan
mengetahui pengaruh pemasangan Speed Hump dengan material rambu batas
kecepatan, tambang kapal dan ban karet terhadap penurunan kecepatan,
dalam penentuan kecepatan menggunakan persentil 85 karena pada dasarnya
persentil 85 dapat menggambarkan kondisi eksisting, dan dalam penelitian ini
bertujuan untuk menggetahui pemasangan alat pembatas kecepatan model
apakah yang paling efektif sebagai speed hump yang Efektivitas perangkat
manajemen kecepatannya didasarkan pada penurunan kecepatan sesuai batas
kecepatan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pada penelitian yang telah dilakukan
berupa perangkat manajemen kecepatan yang paling efektif adalah alat
pembatas kecepatan model C atau bahan ban karet karena dapat menurunkan
kecepatan secara signifikan yaitu sebesar 25,83% untuk kendaraan sepeda
motor arah barat ke timur dan 22,17% untuk arah timur ke barat. Sedangkan
untuk kendaraan ringan memiliki persentase penurunan sebesar 17,39% untuk arah barat ke timur dan 18,04% untuk arah timur ke barat.