DETAIL DOCUMENT
SIMULASI PENERAPAN CURB EXTENSION SEBAGAI ALAT PENGENDALI KECEPATAN KENDARAAN DI PERSIMPANGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE VISSIM (STUDI KASUS : SIMPANG EMPAT JALAN G. OBOS, KOTA PALANGKA RAYA)
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Author
PITASARI, THALIA MARETA
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2023-11-21 08:10:37 
Abstract :
Tindakan mengebut merupakan salah satu agressive driving yang tidak hanya dilakukan di ruas jalan tetapi juga di persimpangan. Upaya manajemen kecepatan melalui pemasangan fasilitas perlengkapan jalan seperti rambu dan marka batas kecepatan serta penggunanaan alat pengendali kecepatan di persimpangan seperti curb extension dapat mengurangi kecepatan kendaraan khususnya pada saat belok kiri langsung. Curb extension merupakan alat pengendali kecepatan yang merubah desain simpang dan memaksa kendaraan untuk mengurangi kecepatan ketika melewati persimpangan. Penggunaan curb extension juga dapat mempengaruhi kinerja simpang. Simpang empat bersinyal G. Obos memiliki pergerakan kendaraan belok kiri langsung dan pengaturan empat fase. Simulasi kondisi eksisting dan penerapan curb extension dilakukan menggunakan software VISSIM. Pada simulasi penerapan curb extension, penurunan kecepatan kendaraan belok kiri langsung yang dijadikan sebagai reduced speed area berdasarkan persentase penurunan kecepatan dari studi literatur yaitu sebesar 7%. Penerapan curb extension dilakukan dengan 2 skenario yang pertama penerapan curb extension tanpa perubahan waktu hijau efektif dan yang kedua penerapan curb extension disertai perubahan waktu hijau efektif yang disesuaikan dengan kondisi arus lalu lintas. Hasil simulasi kondisi eksisting dengan software VISSIM menunjukkan waktu tundaan simpang sebesar 86,89 detik, pada penerapan curb extension dengan skenario 1 meningkat sedikit menjadi 87,24 detik dan pada skenario 2 mengalami penurunan menjadi 75,93 detik (-13%). Pada simulasi dengan software VISSIM didapatkan pula hasil persentase pengurangan kecepatan kendaraan belok kiri langsung skenario 2 sebesar 12% untuk kendaraan bermotor (MC), 12% untuk kendaraan ringan (LV), dan 12% untuk kendaraan berat (HV). 
Institution Info

Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan