Abstract :
Tindakan mengebut merupakan salah satu agressive driving yang tidak hanya
dilakukan di ruas jalan tetapi juga di persimpangan. Upaya manajemen kecepatan
melalui pemasangan fasilitas perlengkapan jalan seperti rambu dan marka batas
kecepatan serta penggunanaan alat pengendali kecepatan di persimpangan seperti
curb extension dapat mengurangi kecepatan kendaraan khususnya pada saat
belok kiri langsung. Curb extension merupakan alat pengendali kecepatan yang
merubah desain simpang dan memaksa kendaraan untuk mengurangi kecepatan
ketika melewati persimpangan. Penggunaan curb extension juga dapat
mempengaruhi kinerja simpang.
Simpang empat bersinyal G. Obos memiliki pergerakan kendaraan belok kiri
langsung dan pengaturan empat fase. Simulasi kondisi eksisting dan penerapan
curb extension dilakukan menggunakan software VISSIM. Pada simulasi
penerapan curb extension, penurunan kecepatan kendaraan belok kiri langsung
yang dijadikan sebagai reduced speed area berdasarkan persentase penurunan
kecepatan dari studi literatur yaitu sebesar 7%. Penerapan curb extension
dilakukan dengan 2 skenario yang pertama penerapan curb extension tanpa
perubahan waktu hijau efektif dan yang kedua penerapan curb extension disertai
perubahan waktu hijau efektif yang disesuaikan dengan kondisi arus lalu lintas.
Hasil simulasi kondisi eksisting dengan software VISSIM menunjukkan waktu
tundaan simpang sebesar 86,89 detik, pada penerapan curb extension dengan
skenario 1 meningkat sedikit menjadi 87,24 detik dan pada skenario 2 mengalami
penurunan menjadi 75,93 detik (-13%). Pada simulasi dengan software VISSIM
didapatkan pula hasil persentase pengurangan kecepatan kendaraan belok kiri
langsung skenario 2 sebesar 12% untuk kendaraan bermotor (MC), 12% untuk kendaraan ringan (LV), dan 12% untuk kendaraan berat (HV).