Abstract :
Adanya akses U-Turn pada simpang TVRI dari segmen Jalan Mayjend Sungkono
Barat menuju arah Jalan Mayjend Sungkono Timur yang menyebabkan
kurangnya ruang maneuver kendaraan saat berbelok membuat banyaknya
konflik serta tundaan dan antrian yang dapat menjadi kemacetan. Perlunya
Prediksi yang baik terkait jumlah kendaraan yang melewati suatu jalan pada
suatu waktu tertentu tentu akan sangat membantu untuk melakukan banyak
kegiatan yang berhubungan dengan menurunkan tingkat kemacetan serta kinerja
lalu lintas simpang. Dalam hal ini analisis yang digunakan dalam melakukan
peramalan adalah analisis time series dengan fungsi ARIMA. Tujuan kegiatan
tugas akhir ini (1) mengetahui model peramalan yang tepat untuk peramalan
volume lalu lintas di simpang TVRI (2) mengevaluasi serta membandingkan
kinerja simpng pada kondisi eksisting dan kondisi desain (3) memberikan
beberapa upaya terkait permasalahan simpang dengan kondisi eksisiting dan
kondisi desain.
Data volume lalu lintas diambil dari SITS dari tahun 2019-2020. Metode yang
digunakan untuk menganalisa serta memodelkan kinerja simpang dengan
software PTV Vissim 21. Analisis model peramalan lalu lintas menggunakan
model fungsi ARIMA dibantu dengan software minitab 13. Serta Analisis konflik
lalu lintas dibantu dengan software SSAM.
Hasil analisis diperoleh model ARIMA (1,0,1) merupakan model yang tepat untuk
melakukan peramalan volume lalu lintas. Alternatif penanganan yang dipilih yaitu
Alternatif penanganan ke 3. Dengan tingkat pelayanan simpang (LOS) D,
didapatkan penurunan terhadap antrian dan tundaan lalu lintas sebesar 230 m
dan 3 detik pada kondisi eksisting serta 193 m dan 2 detik pada kondisi
peramalan. Selain itu menurunkan sebesar 258 kejadian konflik lalu lintas atau
sebanyak 40% kejadian pada kondisi eksisiting dan 390 kejadian konflik lalu
lintas atau sebanyak 61% kejadian pada kondisi peramalan.