Abstract :
Meningkatnya perjalanan kendaraan yang tidak diikuti dengan peningkatan
kualitas dan kuantitas prasarana transportasi yang memadai, dapat
mengakibatkan kecelakaan lalu lintas berkaitan dengan faktor kecepatan yang
menyebabkan angka kematian ditinjau dari kinerja lalu lintas, kecepatan lalu
lintas yang tinggi berarti mobilitas tinggi dan bila ditinjau dari aspek keselamatan
lalu lintas, kecepatan yang tinggi meningkatkan resiko kecelakaan. Sebagian
besar kecelakaan lalu lintas yang disebabkan manusia terjadi karena pelanggaran
terhadap peraturan lalu lintas, salah satunya yaitu pelanggaran batas kecepatan
dalam berkendara.
Ruas Jalan Rinjani merupakan daerah rawan kecelakaan dengan penyebab
kecelakaan tertinggi berdasarkan hasil identifikasi daerah rawan kecelakan oleh
Polres Kabupaten Cilacap pada tahun 2016-2018 dengan 13 kejadian kecelakaan
lalu lintas yang terjadi di ruas jalan tersebut. Untuk menurunkan kecepatan
kendaraan, dilakukan simulasi perangkat manajemen kecepatan. Terdapat 3 jenis
perangkat yang di simulasikan dalam penelitian ini di antaranya simulasi 1 yaitu
penerapan rambu batas kecepatan dan ban karet truk yang disimulasikan
sebagai speedhump, simulasi 2 penerapan rambu batas kecepatan dan rumble
strip, dan simulasi 3 penerapan dari ketiga perangkat manajemen kecepatan
yaitu penerapan rambu batas kecepatan, ban karet truk, dan rumble strip.
Untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah dipasang simulasi
manajemen kecepatan menggunakan analisis paired simple t-test. Dari hasil
analisis, , terdapat perbedaan simulasi perangkat manajemen kecepatan sebelum
dan sesudah dipasang perangkat dengan hasil penurunan yaitu simulasi 1 menurunkan 17 km/jam, simulasi 2 menurunkan 12 km/jam, dan simulasi 3 menurunkan 22 km/jam.