Abstract :
Persimpangan merupakan tempat bertemunya kendaraan yang satu
dengan kendaraan yang lain dari arah yang berlawanan dan biasa disebut dengan
konflik lalu lintas. Pengendalian konflik yang benar atau sesuai sangat diperlukan
guna mengurangi potensi terjadinya tabrakan antar kendaraan. Simpang
Cangakan Kabupaten Kulon Progo, merupakan simpang tak bersinyal yang
memiliki empat kaki pendekat dimana kaki Barat dan Timur merupakan jalan
mayor sedangkan kaki utara dan selatan merupakan jalan minor. Pada simpang
Cangakan Kabupaten Kulon Progo belum diatur arus lalu lintasnya. Hal ini yang
menyebabkan konflik persimpangan banyak terjadi. Oleh karenanya pada daerah
persimpangan perlu diupayakan suatu pengaturan atau pengendalian yang baik.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah vissim untuk analisis
kinerja simpang kondisi eksisting dan kondisi penanganan simpang. SSAM untuk
analisis konflik lalu lintas yang terjadi pada simpang. Langkah selanjutnya adalah
memberikan alternatif penanganan dari permasalahan konflk lalu lintas yaitu
dengan pengaturan 2 fase dan 3 fase. Kemudian dilakukan perbandingan dengan
kondisi eksisting terkait pengurangan konflik lalu lintas dan kinerja simpang.
Alternatif penanganan simpang yang dipilih yaitu penambahan APILL
dengan pangaturan 2 fase dan waktu siklus 27 detik karena Pada alternatif ini
mampu menurunkan konflik lalu lintas sebanyak 45% dan nilai tundaan 9,84
dengan tingkat pelayanan A. Dengan penurunan konflik lalu lintas dan tingkat
pelayanan simpang yang sangat baik maka tingkat keselamatan simpang Cangakan Kabupaten Kulon Progo akan meningkat.