Abstract :
Moda transportasi yang efektif bagi masyarakat salah satunya sepeda. Fenomena
yang terjadi saat ini adalah meningkatnya jumlah pesepeda di kota ? kota besar
seperti kota Yogyakarta. Peneliti ingin menerapkan jalur khusus sepeda pada jalan
Malioboro di kota Yogyakarta. Kawasan jalan Malioboro belum dilengkapi dengan
fasilitas pendukung bagi pesepeda. Untuk meningkatkan kenyamanan dan
keselamatan pesepeda, maka perlu dibuat jalur khusus pesepeda, pemberian
marka, dan rambu lalu lintas tentang pesepeda.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang persepsi jalur sepeda,
mengetahui kinerja ruas jalan Malioboro dan memberikan rekomendasi tentang
jalur khusus sepeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Structural
Equation Modelling (SEM) PLS dan MKJI 1997.
Karakteristik pesepeda di kota Yogyakarta yaitu usia 15 ? 25 tahun sebanyak 45%,
jenis kelamin perempuan 62%, berpendidikan sarjana 44%, menggunakan sepeda
sebelum pandemik 87%, bukan komunitas sepeda 54%, persepsi jalur sepeda tipe
A 66% menjawab setuju, persepsi jalur sepeda tipe B 65 % menjawab setuju dan
persepsi jalur sepeda tipe C 60 % menjawab setuju. Hubungan antara keamanan
(KA), kenyamanan (KY), koherensi (KH), daya Tarik (DT) dan kelangsungan rute
(KR) dapat dijelaskan pada model tipe jalur sepeda sehingga memiliki nilai R
Square : 0,404 dengan kategori moderat. Tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan
Malioboro sebelum adanya penerapan jalur sepeda memiliki tingkat pelayanan
jalan C, setelah diterapkan jalur sepeda tipe A memiliki tingkat pelayanan jalan E,
sehingga peneliti merekomendasikan jalur sepeda tipe C.