Abstract :
Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota dengan warisan kebudayaan yang
kaya akan makna filosofi warga masyarakatnya. Pertumbuhan jumlah wisatawan
di daerah titik nol kilometer Yogyakarta sangat tinggi mengakibatkan problem
diantaranya menyeberang jalan sembarangan tanpa menggunakan fasilitas yang
ada. Sebagai informasi pada tahun 2020 jumlah pengguna zebra cross pada
waktu tertentu mencapai 243 penyeberang dalam waktu setengah jam.
Melihat banyaknya penyeberang pejalan kaki maka penelitian ini
menghadirkan solusi alternatif untuk meningkatkan ketertiban maupun
keselamatan bagi pejalan kaki pada zebra cross salah satunya megnggunakan
sensor arduino. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat prototype desain alat
garis pembagi lajur pejalan kaki menggunakan sensor mikrokontroler arduino.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yang mana
dilakukan mulai tahap perencanaan, desain, perancangan, pemrograman, serta skenario penempatan alat.
Cara kerja dari alat ini yaitu ketika sensor laser dan sensor LDR mendeteksi adanya pejalan kaki yang tidak berada pada jalur maka logika high akan diproses oleh mikrokontroler arduino dan mengirim perintah kepada led merah untuk berkedip dan piezo buzzer berbunyi sebagai himbauan kepada pejalan kaki agar tetap berada pada jalurnya dan menjaga jarak di zebra cross.