Abstract :
Terminal Petikemas Koja memiliki beberapa unit perbaikan teknis
(bengkel) dengan fasilitas seperti unit perbaikan engine, chassis, understeel,
kelistrikan, tempat cuci kendaraan, dan lahan parkir kendaraan bongkar muat
petikemas. Pada semua unit perbaikan masih terdapat mekanik dan pekerja yang
mengalami kecelakaan kerja dikarenakan kurangnya rasa hati-hati, peralatan
yang tidak layak pakai, dan penggunaan alat pelindung diri yang belum sesuai
dengan kondisi pekerjaan.
Dari permasalahan diatas maka dilakukan analisis dengan metode job
safety analysis untuk mengetahui langkah-langkah pekerjaan perawatan
perbaikan engine dan chassis serta melakukan wawancara kepada mekanik
dibagian perbaikan engine dan chassis untuk mengetahui tingkat frekuensi
kecelakaan kerja yang terjadi. Sehingga dapat diketahui seberapa tinggi tingkat
risiko dan potensi bahaya yang ada pada perawatan perbaikan engine dan chassis.
Setelah dilakukan analisis seperti diatas kemudian di konversi kan menggunakan skala Likert sehingga menghasilkan jumlah nilai pada perbaikan engine total nilai 37, nilai rata-rata 1,60 dan nilai modus 2, dengan kesimpulan tingkat resiko pada perbaikan engine adalah Low (L) dan pada perbaikan chassis total nilai 30, nilai rata-rata 1,30 dan nilai yang sering muncul (modus) 1, dengan kesimpulan tingkat resiko pada perbaikan chassis adalah Low (L).