Abstract :
Pada umumnya perkembangan sarana transportasi di Indonesia berjalan sedikit
lebih lambat dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia
dan Singapura. Hal ini disebabkan oleh perbedaan regulasi pemerintah masingmasing
negara dalam menangani kinerja sistem transportasi yang ada. Oleh
karena itu dengan berkembangnya jaman serta teknologi pada kendaraan harus
diimbangi juga dengan keamanan komponen-komponen yang ada pada kendaraan
tersebut serta kondisi pembangunan jalan dengan memperhatikan aspek-aspek
seperti geometrik jalan. Tujuan dari perencanaan geometrik jalan adalah
menghasilkan infrastruktur yang aman, efesiensi pelayanan arus lalu lintas dan
memaksimalkan rasio tingkat penggunaan/biaya pelaksanaan
Pegas daun merupakan komponen pada mobil barang yang sangat menentukan
keselamatan karena berfungsi sebagai peredam kejutan/getaran pada saat
kendaraan melewati jalan yang tidak rata dan juga kenyamanan pengemudi sangat
penting, oleh karena itu dalam penelitian kondisi serta kekuatan pegas daun dapat
diketahui menggunakan software solidwork menggunakan metode kuantitatif
dengan cara pengumpulan data dengan mengambil data kendaraan melalui
observasi lapangan dengan cara melakukan pengukuran pegas daun serta data
kerusakan pegas daun, dokumentasi dan studi literatur yang mendukung teori
tersebut.
Kondisi pegas daun pada mobil barang di PT Jaya Transport Indonesia masih
dalam keadaan laik dan pada desain pegas daun ini menggunakan material baja
paduan (alloy steel) dan dilakukan simulasi pengujian kekuatan dari pegas daun
dengan pembebanan 10 ton, 12 ton, 15 ton untuk membuktikan atau mengetahui
bagian yang mengalami potensi kepatahan paling besar yang dapat menyebabkan
pegas daun mengalami kepatahan. Berdasarkan hasil simulasi bahwa desain pegas
daun masih dalam keadaan aman karena masih dibawah yield strength material/bahan.