Abstract :
Kendaraan bermotor memiliki peranan yang penting dalam kehidupan
manusia sebagai sarana angkut yang digunakan untuk memudahkan
pekerjaannya. Selain memberikan dampak positif, peningkatan jumlah
kendaraan juga bisa memberikan dampak negatif, diantaranya kemacetan lalu
lintas, masalah keamanan sesama pengguna jalan dan menyebabkan
meningkatnya konsumsi bahan bakar dan polusi yang dihasilkan. Selain itu,
emisi gas buang sebagai akibat dari adanya proses pembakaran yang dapat
mencemari lingkungan sekitarnya. Pada manusia, kerusakan ataupun gangguan
yang ditimbulkan dari pencemaran udara oleh kendaraan bermotor dapat
berupa gangguan kesehatan. Untuk meminimalisir polusi atau emisi kendaraan
bermotor, maka kendaraan bermotor diwajibkan melakukan pengujian emisi
gas buang secara berkala. Selain melakukan pengujian emisi gas buang
penggunaan bahan bakar juga mempengaruhi hasil uji emisi gas buang
kendaraan bermotor.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jenis
bahan bakar terhadap kadar uji emisi gas buang (ketebalan asap/opasitas)
dengan bahan bakar B30 dan Dexlite. Metode penelitian yang digunakan adalah
eksperimen atau percobaan dengan melakukan pengujian kadar opasitas
dengan suhu mesin yang berbeda pada engine stand yang sama. Data yang
diperoleh kemudian diolah dengan metode analisis regresi linier sederhana pada
software SPSS.
Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa besarnya pengaruh B30
terhadap emisi gas buang 93,4%, sedangkan besarnya pengaruh Dexlite
91,3%. Dari data hasil uji emisi gas buang tersebut diperoleh nilai maksimal
untuk kadar opasitas pada B30 sebesar 19,5% dibandingkan kadar opasitas
pada Dexlite 15,8 %, sehingga disarankan untuk menggunakan bahan bakar Dexlite. Selain mengetahui pengaruh jenis bahan bakar dan suhu mesin,penelitian ini juga diharapkan untuk dapat memberikan saran kepada penguji kendaraan bermotor agar memperhatikan suhu mesin sebelum melaksanakan pengujian emisi gas buang.