Abstract :
Alternator merupakan salah satu komponen mesin yang mengubah
energi mekanik dari mesin menjadi energi listrik. Energi mekanik dari mesin
diterima melalui sebuah pully yang memutar rotor dan membangkitkan arus
bolak ? balik pada strator. Arus bolak ? balik ini diubah menjadi arus searah
oleh dioda. alternator dapat mengalami gangguan fungsi di antaranya adalah
lampu atau sekring sering putus, bunyi berisik pada alternator, baterai tidak
terisi tetapi mesin bisa distarter, low charging atau pengisian rendah, over
charging atau pengisian berlebih (Marwanto, 2019). Gangguan fungsi
alternator dapat menyebabkan terkurasnya daya baterai akibat sistem
pengisian yang tidak bekerja sehingga menggangu sistem kelistrikan pada
kendaraan.
Ada beberapa alternatif yang dapat mengurangi beban kinerja mesin
ketika alternator mengalami kegagalan fungsi salah satunya memanfaatkan
modul termoelektrik generator sebagai cadangan pengisi daya baterai yang
dipasang pada exhaust manifold untuk memilih tempat yang memiliki suhu
tertinggi dengan tujuan penelitian yaitu menerapkan modul termoelektrik
untuk mengkorversi energi panas dari exhaust manifold menjadi energi listrik,
menganalisa kemampuan modul termoelektrik dalam mengisi daya baterai
dan menganalisa cara kinerja termoelektrik generator untuk menghasilkan
energi listrik.
Penelitian yang dilakukan menggunakan metode research and
develpoment yang terdiri dari 10 langkah dengan memanfaatkan beberapa
komponen pendukung seperti Mikrokontroler Arduino uno, Relay, sensor arus
dan sensor tegangan. Uji coba alat dilakukan sebanyak dua kali yang pertama
tehadap pemanas buatan dan yang kedua terhadap kendaraan jenis isuzu
panther tahun 1997 dengan 2500 cc. Pada pengujian termoelektrik generator
yang dillakukan ini dapat menghasilkan tegangan 18V dengan dengan perbedaan suhu 49,75°C yaitu suhu pemanas 95,5°C dan suhu pendingin 45,75°C.