Abstract :
Coronavirus Disease merupakan virus Ribonucleic Acid (RNA) strain tunggal
positif yang menginfeksi bagian saluran pernafasan, ditandai dengan gejala berupa
batuk, demam dan sulit bernafas. Pemerintah kota semarang menerapkan
Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) untuk menekan persebaran pandemi
Covid-19. PKM di Kota Semarang mengakibatkan layanan operasional bus Trans
Semarang dibatasi dan jumlah penumpang mengalami penurunan sehingga terjadi
penurunan pendapatan yang akan berdampak pada sistem perawatan dan
perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19
terhadap Rampcheck perawatan, perbaikan, jumlah penumpang dan operasional
layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.
Menggunakan metode pengumpulan data primer yang diperoleh dari hasil
metode observasi lapangan, metode wawancara dan metode dokumentasi serta
pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari pihak Trans Semarang berupa
layanan operasional bus sesudah dan sebelum pandemi Covid-19.
Hasil penelitian menunjukan bahwa selama pandemi tidak ada perubahan
pada proses maintenence, proses maintenence dilakukan dengan baik sesuai
berita acara pemeriksaan laik jalan. Pandemi Covid-19 mengakibatkan proses
storing tidak dilakukan secara maksimal karena pengadaan suku cadang tidak
selengkap seperti biasanya, Rampcheck armada Trans Semarang dilakukan secara
objektif dan tidak adanya 13 poin pengecekan yang terdapat pada Peraturan
Direktur Jendral Perhubungan Darat, Pandemi Covid-19 mengakibatkan jumlah
penumpang mengalami penurunan karena kebijakan pada kapasitas muatan
selama pandemi dengan mengurangi jumlah kursi dan Hand Grip serta pandemi
Covid-19 mengakibatkan operasional layanan Bus mengalami perubahan,dilakukannya pengurangan jumlah trip perkoridor dan pengurangan rute perjalanan.