Abstract :
Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit yang besar dengan
hasil minyak kelapa sawit yang melimpah dan menumpuk, hal ini
dikarenakan ekspor kelapa sawit ke Uni Eropa sudah tidak di izinkan yang
disebabkan oleh pengaruh Black Campaigne mengenai isu Deforestasi
hutan hujan tropis yang dikaitkan dengan pengembangan perkebunan
kelapa sawit di Indonesia. Indonesia mengalami krisis bahan bakar
minyak sehingga diciptakannya bahan bakar yang berasal dari minyak
nabati yaitu Biodiesel. Pada saat ini pemerintah telah menetapkan
penggunaan Biodiesel B30 yang merupakan campuran bahan bakar
biosolar dengan kandungan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sebesar 30%.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang
menggunakan bahan bakar dexlite B30 dengan penambahan FAME
dengan asumsi 40% dan 50% sehingga akan menghasilkan bahan bakar
dexlite B40 dan B50. Pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui
performa mesin kendaraan diesel common rail terhadap daya, konsumsi
bahan bakar dan emisi gas buang pada kecepatan 60 Km/Jam, 80
Km/Jam dan 100 Km/Jam yang diukur menggunakan alat Chassis
Dynamometer.
Berdasarkan hasil analisis data Two-Way Mnova menunjukkan
bahwa penggunaan bahan bakar Dexlite B30 memiliki daya yang tinggi emisi gas buang yang rendah namun konsumsi bahan bakar lebih boros dibandingkan Dexlite B40 dan B50. Untuk penambahan FAME sebesar 40% dan 50% pada bahan bakar Dexlite memiliki penurunan daya kendaraan namun memiliki sedikit perbedaan selisih konsumsi bahan bakar yaitu lebih hemat B40 dan B50. Dari hasil perhitungan estimasi rata-rata kecepatan terhadap 3 jenis bahan bakar disarankan untuk menggunakan kecepatan 80 Km/Jam untuk memperoleh konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang terbaik.