Abstract :
Perawatan bus menjadi salah satu faktor pendukung pelaksanaan
operasional suatu bus. Bus harus dalam kondisi siap pakai sebelum bus
beroprasi, karena itu perlu adanya perencanaan perawatan bus yang
terselenggara dengan baik agar keamanan dan kenyamanan bus saat
beroprasional dapat terjamin.
Perencanaan perawatan bus dengan metode reliability centered
maintenance (RCM) di PT Anindya Mitra Internasional (AMI) Transjogja untuk
menurunkan tingkat downtime kerusakan komponen bus. Data kerusakan
komponen bus dianalisa. Kemudian kegagalan dari suatu komponen yang dapat
menyebabkan kegagalan fungsi dari sistem diidentifikasi menggunakan metode
Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Untuk mengetahui bagian dari sistem
yang gagal sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan dan pencegahan
berdasarkan kegagalan yang ada agar kejadian yang sama tidak terulang dan
menentukan kegiatan perancangan perawatan yang tepat pada setiap
komponen. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara,
observasi, dan dokumentasi.
Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa pelaksanaan
pemeliharaan dan perawatan bus di PT Anindya Mitra Internasional (AMI)
Transjogja terdapat interval kerusakan sistem bus yaitu sistem kemudi dengan interval kerusakan waktu sebesar 41,68%. Perlu adanya pemeliharaan dan perawatan bus dengan kebijakan corrective maintenance (CM), pemilihan dilakukan karena kegagalan fungsi komponen dari sistem kemudi yaitu steering gear termasuk pada outage problem berdasarkan nilai RPN tertinggi dari setiap komponen.