DETAIL DOCUMENT
PENGARUH REGENERATIVE BRAKING TERHADAP PENGISIAN BATERAI BUS LISTRIK TIPE BUILD YOUR DREAMS (BYD) K9 PADA RUTE UI – LEBAK BULUS
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Author
MAULANA, MUHAMAD SHIDQI
Subject
TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering 
Datestamp
2024-07-05 05:41:34 
Abstract :
Kendaraan listrik adalah jenis kendaraan yang menggunakan motor listrik sebagai sumber utama tenaga untuk menggerakkan kendaraan, kendaraan listrik menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai, energi listrik dari baterai diubah menjadi energi mekanis oleh motor listrik yang menghasilkan pergerakan kendaraan. Untuk memaksimalkan penggunaan energi listrik pada baterai dapat dilakukan dengan memanfaatkan pengereman regenerative. Pada saat kendaraan listrik bergerak dan mengerem, putaran roda akan ditahan oleh sistem pengereman mekanis sehingga terjadi konversi energi mekanik menjadi panas. Pengereman regenerative merupakan mekanisme ketika terjadi pengereman, energi mekanik tersebut diubah kembali menjadi energi listrik dan disalurkan ke baterai. Sehingga dapat mengembalikan energi yang terbuang dan digunakan untuk menambah jarak tempuh kendaraan. Bus Listrik Build Your Dreams tipe K9 beroperasi pada rute D21 yaitu Halte Universitas Indonesia ? Halte Stasiun MRT Lebak Bulus, Pada perjalanan dari Halte Universitas Indonesia ? Halte Stasiun MRT Lebak Bulus jika tanpa menggunakan system regenerative braking rata-rata daya yang digunakan sebesar 5,53% dan rata-rata daya yang dihasilkan oleh system regenerative braking sebesar 2,37% sehingga total rata-rata daya yang digunakan pada perjalanan Halte Universitas Indonesia ? Halte Stasiun MRT Lebak Bulus sebesar 3,16%, system regenerative braking mempunyai efisiensi penambahan daya sebesar 42,9% dari penggunaan daya baterai Bus Listrik BYD K9. Pada Bus Listrik BYD K9 system regenerative braking menghasilkan daya yang besar dalam kondisi kendaraan bergerak dengan kecepatan tinggi, energi kinetik yang dimiliki kendaraan lebih besar. Pada saat melakukan pengereman, energi ini dapat diubah menjadi daya listrik dalam jumlah yang lebih besar dan kondisi lain yang memengaruhi daya yang dihasilkan oleh system regenerative braking yaitu pada jalan yang menurun panjang, kendaraan cenderung menggunakan pengereman untuk mengontrol kecepatan. 
Institution Info

Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan