Abstract :
Masalah overcharge pada baterai atau aki merupakan salah satu isu kritis dalam sistem penyimpanan energi, terutama dalam aplikasi yang melibatkan sumber daya terbarukan seperti panel surya. Overcharge terjadi ketika baterai atau aki terus menerima arus pengisian meskipun sudah mencapai kapasitas penuh, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen, pengurangan umur pakai, dan risiko kebakaran. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini dan memastikan efisiensi serta keamanan pengisian daya, diperlukan adanya alat yang disebut Solar Charge Controller. Penelitian ini bertujuan merancang, memahami cara kerja, dan menguji sistem SCC menggunakan Raspberry Pi Zero W berbasis Internet of
Things (IoT). Penelitian ini menggunakan metode Research & Development (R&D). Komponen utama yang digunakan meliputi Raspberry Pi Zero W, Arduino Nano, Voltage Sensor, Sensor Arus, Sensor Suhu DS18B20, dan Modul ADC ADS1115. Data monitoring dan penyimpanan dilakukan secara real-time menggunakan Firebase Database. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem SCC dengan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) dan algoritma Perturb & Observe (P&O) mampu menghasilkan daya sebesar 46,91 Watt. Keberhasilan ini berkat peran buck boost converter dengan efisiensi 97,24%, yang menjaga tegangan pada titik daya maksimum (Maximum Power Point) sehingga menghasilkan daya yang efisien, stabil, dan optimal dalam pengisian baterai. Sistem SCC juga
dilengkapi fitur pengaman untuk mencegah overcharge dan overdischarge pada baterai, sehingga menjamin umur pakai baterai yang lebih panjang dan operasional yang aman. Data disimpan secara real-time di cloud melalui Firebase Database, memungkinkan pengguna memantau kondisi sistem SCC dari jarak jauh menggunakan aplikasi IoT. Aplikasi ini memberikan notifikasi tentang status baterai, tegangan, arus, daya dari panel surya dan baterai, suhu, serta kondisi
lainnya yang relevan.