Institusion
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Author
SAPUTRA, ADITYA PRIMA FIRDAUS
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2024-07-15 01:20:14
Abstract :
Perkembangan teknologi disektor transportasi berkembang sangat pesat berbanding lurus dengan mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi. Transportasi yang efisien, aman, nyaman, dan terjangkau diperlukan untuk konektivitas antarwilayah. Pemerintah telah meluncurkan layanan Buy The Service (BTS) di 10 kota, termasuk Banyumas. Dalam penyelenggaraan layanan Buy The Service (BTS) ini tidak selamanya akan disubsidi oleh pemerintah dalam hal ini melalui Pemerintah Pusat. Pada tahun 2026, layanan Trans Banyumas direncanakan akan dialihkan kewenangan pembiayaan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah Kabupaten Banyumas. Namun terdapat permasalahan yang cukup kompleks hingga saat ini yakni belum ada komitmen dan kejelasan terkait dengan skema pola pembiayaan yang akan diterapkan dari keberlanjutan dari program layanan Buy The Service (BTS) ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengguna, kemampuan membayar, dan kemauan membayar layanan Trans Banyumas, menentukan besaran tarif berdasarkan biaya operasional di tiga koridor, serta mengidentifikasi strategi dan kebijakan untuk memastikan tarif tetap terjangkau dan merekomendasikan evaluasi penetapan tarif dan subsidi yang dibutuhkan Penelitian ini menggunakan metode wawancara, studi dokumen, dan kuesioner dengan teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ATP>WTP di semua koridor dengan tipe pengguna layanan adalah Choice Rider. Biaya operasional per kilometer adalah Rp 9.849. Terdapat tiga opsi penawaran dari keberlanjutan program ini yaitu (1) subsidi operational expenditure, subsidi BBM, dan subsidi kelompok tertentu dari pemerintah daerah, (2) penyerahan kepada operator PT. Banyumas Raya Transportasi, (3) sharing pendanaan antara pemerintah daerah dan pusat.