Abstract :
Dalam Laporan Monitoring Capaian Kinerja Triwulan II 2022 Direktorat Sarana Transportasi Jalan terdapat isu strategis dan permasalahan di bidang sarana transportasi jalan pada tahun 2022, di antaranya terdapat permasalahan perbandingan realisasi dan target kinerja Direktorat Sarana Transportasi Jalan tahun 2022, di mana realisasi jumlah perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan tahun 2022 pada periode TW II adalah sebanyak 39 perusahaan jika dibandingkan dengan target PK 2022 sebanyak 80 perusahaan maka capaian kinerja hanya mencapai 48,75%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat penerapan SMK-PAU dan mengetahui tingkat prioritas yang paling berpengaruh terhadap penerapan SMK-PAU bagi perusahaan yang belum membuat, melengkapi, dan menyempurnakan peraturan tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif di mana populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang belum membuat, melengkapi, dan menyempurnakan peraturan tersebut. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling serta teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Analisa data menggunakan rata-rata (Mean) dan metode yang digunakan menggunakan Relative Importance Index. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang menjadi penghambat penerapan SMKPAU dengan menggunakan rata-rata (mean) adalah indikator dukungan dari pihak perusahaan masih kurang (3,28). Tingkat prioritas yang paling berpengaruh terhadap penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum yang belum membuat, melengkapi, dan menyempurnakan SMK-PAU dengan metode RII yaitu perusahaan belum terdapat pegawai atau karyawan yang memiliki kompetensi penyusun dokumen SMK-PAU (0,883), sarana dan prasarana belum memadai (0,867), sumber daya manusia dari perusahaan belum pernah mengikuti pelatihan tentang penyusun dokumen SMK-PAU (0,858).