Abstract :
Kebutuhan fasilitas pejalan kaki diruas Jalan Citarum Kota Semarang
memerlukan adanya aspek keselamatan, kenyamanan, keamanan dan
keindahan. Tujuan penelitian ini : 1) Menganalisis kondisi eksisting fasilitas
pejalan kaki dan tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki; 2) Menganalisis
hubungan antara kecepatan, kepadatan dan arus pejalan kaki; 3) Menganalisis
karakteristik pejalan kaki serta menyusun rekomendasi desain fasilitas pejalan
kaki. Penelitian ini menggunakan metode Importance Performance Analysis
(IPA) guna mengukur tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan dari 96
responden dan metode Greenshield guna mengetahui hubungan antar
variabel pergerakkan pejalan kaki.
Hasil dari penelitian ini yaitu : 1) Fasilitas pejalan kaki mengalami hambatan
seperti pedagang kaki lima, trotoar yang tidak memadai, ketidaktersediaan
fasilitas penyandang disabilitas, serta kurangnya rambu dan marka jalan.
Tingkat pelayanan pejalan kaki (Level Of Service) adalah F dengan ruang 0,42
m2
/orang menandakan ketidaknyamanan, kecepatan rata-rata pejalan kaki
adalah 45,94 meter/menit dengan tingkat pelayanan E menunjukkan
kecepatan yang lambat; 2) Hasil analisis survey tertinggi pada hari libur
dengan kapasitas maksimum 207,35 pejalan kaki/jam, kecepatan maksimum
23,18 meter/jam dan kepadatan maksimum 8,94 pejalan kaki/meter; 3) Dari
96 responden diperoleh 62% berjalan kaki di pagi hari, 47% menggunakan
moda awal berjalan kaki, dan 56% berasal dari rumah pribadi. Frekuensi
berjalan kaki tertinggi adalah 1-4 kali seminggu (70%). Sebanyak 99%
menginginkan jalur pejalan kaki yang aman dan 60% merasa tidak aman saat
berjalan menyusuri atau menyeberang. Rekomendasi mencakup peningkatan
jalur pejalan kaki, akses difabel, dan pemasangan pelican crossing.
Rekomendasi untuk kebutuhan fasilitas pejalan kaki menyusuri ialah pelebaran
trotoar sebesar 1,5 meter serta pemasangan pelican crossing.