Abstract :
Pengguna angkutan massal di Kota Semarang masih 20% dari pengguna transportasi lainnya, sisanya masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Masih sedikit dari masyarakat yang menggunakan angkutan massal menjadikan beberapa jalan di Kota Semarang mengalami kemacetan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemacetan yaitu pembangunan fasilitas park and ride. Fasilitas park and ride yang digunakan untuk penunjang halte transit akan meningkatkan jumlah penumpang BRT Trans Semarang sehingga kemacetan dapat berkurang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis demand dan Analytical Hierarchy Process. Hasil dari penelitian ini yaitu demand terbanyak pada halte Simpanglima sebanyak 5271 kendaraan motor dan pengguna mobil sebanyak 1694 kendaraan. Berdasarkan penilaian priority ranking pada tiap tiap lokasi alternatif pembangunan didapatkan fasilitas park and ride dengan nilai tertinggi sebesar 0,382 untuk alternatif Halte Simpang Lima dengan pembangunan gedung park and ride 4 lantai. Sehingga Halte Simpang Lima dipilih sebagai lokasi pembangunan fasilitas park and ride di kota semarang berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process.