DETAIL DOCUMENT
PENGARUH KONVERSI KENDARAAN BAHAN BAKAR FOSIL KE BAHAN BAKAR BIOETANOL E 100 TERHADAP UNJUK KERJA MESIN, EMISI GAS BUANG DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Author
SAPUTRA, MUHAMAD YOURDAN
Subject
TJ Mechanical engineering and machinery 
Datestamp
2024-08-02 07:11:33 
Abstract :
Emisi gas buang pada kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam polusi udara yang ada di kota dan wilayah. Emisi ini mengandung berbagai zat berbahaya seperti karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx) dan partikel halus yang dapat merugikan Kesehatan manusia terutama pada sektor pernafasan. Selain hasil emisi yang dapat merugikan lingkungan dan kesehatan manusia, bahan bakar fosil yang digunakan pada kendaraan, merupakan sumber energi utama kendaraan yang ketersediaanya makin terbatas dan tidak dapat diperbarui. Isu krisis energi dan pencemaran lingkungan akibat produk emisi dari pembakaran minyak fosil menjadi masalah utama di dunia ini. Bahan bakar Bioetanol E100 adalah energi terbarukan yang bisa mengatasi kedua masalah tersebut, bahan baku bioetanol terbuat dari tumbuh tumbuhan seperti kacang, jagung, maupun tebu, sehingga emisi yang dihasilkan lebih bersih dan ramah lingkungan. Agar bahan bakar bioetanol e100 bisa digunakan pada engine maka harus dilakukan penelitian terhadap rasio kompresi dan ignition timing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen dengan melakukan modifikasi rasio kompresi dan variasi percobaan mapping ignition selanjutnya melakukan pengujian emisi gas buang, daya, torsi, temperatur suhu, dan konsumsi bahan bakar pada engine Honda MegaPro tahun 2009. Eksperimen terhadap mesin yang sudah dikonversi dengan menggunakan mapping 4 yaitu 22° sebelum titik mati atas (TMA) menunjukkan hasil emisi gas buang, daya, dan torsi yang lebih baik dibandingkan dengan mesin standar. Berdasarkan hasil dari penelitian ini diketahui variabel bebas (Bahan bakar pertalite, Bioetanol dan Ignition Timing) yang dapat mempengaruhi variabel terikat (Emisi gas buang, Daya, Torsi, Temeperatur Suhu dan Konsumsi bahan bakar), Penggunaan bahan bakar terbarukan bisa menjadi solusi dari kelangkaan bahan bakar fosil dan menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih. 
Institution Info

Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan