Abstract :
Emisi gas buang pada kendaraan bermotor menjadi salah satu
penyumbang terbesar dalam polusi udara yang ada di kota dan wilayah.
Emisi ini mengandung berbagai zat berbahaya seperti karbon monoksida
(CO), hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx) dan partikel halus yang dapat
merugikan Kesehatan manusia terutama pada sektor pernafasan. Selain hasil
emisi yang dapat merugikan lingkungan dan kesehatan manusia, bahan
bakar fosil yang digunakan pada kendaraan, merupakan sumber energi
utama kendaraan yang ketersediaanya makin terbatas dan tidak dapat
diperbarui. Isu krisis energi dan pencemaran lingkungan akibat produk emisi
dari pembakaran minyak fosil menjadi masalah utama di dunia ini. Bahan
bakar Bioetanol E100 adalah energi terbarukan yang bisa mengatasi kedua
masalah tersebut, bahan baku bioetanol terbuat dari tumbuh tumbuhan
seperti kacang, jagung, maupun tebu, sehingga emisi yang dihasilkan lebih
bersih dan ramah lingkungan. Agar bahan bakar bioetanol e100 bisa
digunakan pada engine maka harus dilakukan penelitian terhadap rasio
kompresi dan
ignition timing.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen dengan
melakukan modifikasi rasio kompresi dan variasi percobaan
mapping ignition
selanjutnya melakukan pengujian emisi gas buang, daya, torsi, temperatur
suhu, dan konsumsi bahan bakar pada engine Honda MegaPro tahun 2009.
Eksperimen terhadap mesin yang sudah dikonversi dengan
menggunakan mapping 4 yaitu 22° sebelum titik mati atas (TMA)
menunjukkan hasil emisi gas buang, daya, dan torsi yang lebih baik
dibandingkan dengan mesin standar.
Berdasarkan hasil dari penelitian ini diketahui variabel bebas (Bahan
bakar pertalite, Bioetanol dan
Ignition Timing) yang dapat mempengaruhi
variabel terikat (Emisi gas buang, Daya, Torsi, Temeperatur Suhu dan
Konsumsi bahan bakar), Penggunaan bahan bakar terbarukan bisa menjadi
solusi dari kelangkaan bahan bakar fosil dan menghasilkan emisi gas buang
yang lebih bersih.