DETAIL DOCUMENT
PENGARUH KEDALAMAN ALUR BAN DAN TEKANAN BAN TERHADAP HASIL UJI SIDE SLIP DAN BRAKE TESTER
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Author
BAIKLAS, IDE NAVIS SYAH
Subject
QA Mathematics 
Datestamp
2024-08-08 01:15:21 
Abstract :
Setiap detik, jutaan kendaraan melintasi jalan raya dengan ban sebagai titik kontak krusial yang menjamin stabilitas dan keselamatan. Keamanan berkendara sangat dipengaruhi oleh performa ban. Kedalaman alur ban dan tekanan ban merupakan dua faktor penting yang menentukan performa ban.Tekanan udara yang kurang dari standar atau lebih dari standar dapat menyebabkan ban pecah dan memperpendek umur ban. Kedalaman tapak ban juga berpengaruh besar, jika ban terlalu aus akan menjadi masalah saat berkendara. Karena hal tersebut, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh kedalaman alur ban dan tekanan ban terhadap hasil uji side slip dan brake tester. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan memvariasikan kedalaman alur ban dengan kedalaman >1mm, 1mm, <1mm tekanan ban diatas standar, standar dan dibawah standar. Analisis data menggunakan kruskal wallis nilai asymp sig nya adalah 0,976 nilai ini lebih besar dari tingkat signifikasi yaitu 0,05 Hal ini tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ke 6 variasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman alur ban tidak begitu mempengaruhi hasil uji side slip karena selisih dari rata rata dari keenam variasi tersebut tidak berbeda jauh yaitu pada kondisi standar dan tidak standar hanya memiliki selisih 0,01 dan tekanan ban dapat mempengaruhi hasil uji side slip karena selisih dari rata rata dari keenam variasi memiliki hasil yang berbeda yaitu pada kondisi tekanan ban standar dan tidak standar memiliki selisih 1,8 lebih besar dari kondisi tekanan ban standar. Pada uji brake tester kedalaman alur ban dan tekanan ban mempengaruhi effisiensi rem karena selisih dari rata rata dari variasi memiliki perbedaan yang signifikan yaitu 0,004 yang lebih kecil dari tingkat signifikasi yaitu 0,05 ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara ke 6 variasi. pada kondisi standar dan tidak standar mengalami penurunan sebesar 13,5% dan pada kondisi tekanan ban standar dan kondisi tekanan ban atas standar memiliki selisih 19,4% lebih rendah dari hasil uji kondisi tekanan ban standar pada kendaraan. Hal tersebut menunjukkan bahwa ban dengan kedalaman alur yang minimal dan tekanan ban yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Dihimbau bagi pengendara untuk menggunakan alur ban yang sesuai dan mengisi tekanan ban sesuai standar untuk mengurangi risiko kecelakaan, menjamin keselematan dan keamanan bagi pengendara. 
Institution Info

Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan