Abstract :
Transportasi merupakan kebutuhan utama masyarakat dengan peran signifikan dalam pembangunan wilayah dan aksesibilitas antar wilayah (Azis & Asrul, 2014). Transportasi juga mempengaruhi perekonomian sebagai penunjang, pendorong, dan penggerak ekonomi (Haryono, 2012). Namun, kemacetan menjadi masalah utama yang menyebabkan peningkatan konsumsi bahan bakar, terbuangnya waktu, dan pencemaran lingkungan (Sugiyanto, 2012), serta dampak psikologis (Putri, Anward, & Erlyani, 2016). Kemacetan sering terjadi di persimpangan, khususnya yang tidak bersinyal (Firmansyah & Tjahjani, 2012; Nadia Karunia et al., 2021). Persimpangan antara Jalan Ki Maja dan Jalan Urip Sumoharjo di Kota Bandar Lampung sering mengalami kemacetan. Persimpangan ini penting karena merupakan pertemuan arus kendaraan dari area perkotaan, pasar, dan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting kinerja persimpangan dan peningkatan kinerjanya menggunakan analisis PKJI 2023, mikrosimulasi PTV Vissim, dan SSAM. Hasil analisis menunjukkan derajat kejenuhan simpang sebesar 0,91, melebihi standar yang dapat diterima (<0,85). Dari lima alternatif yang dianalisis, penerapan satu arah menghasilkan kinerja tertinggi dengan derajat kejenuhan 0,71, tundaan simpang minimal, dan konflik lalu lintas paling sedikit, sehingga dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas.