Abstract :
Cikarang telah mengalami perkembangan pesat seiring dengan
pertumbuhan sektor industri. Perkembangan sektor industri di Cikarang
menimbulkan antara lain : kemacetan, polusi udara, dan banjir. Upaya untuk
mencegah terjadinya kemacetan dengan menggunakan transportasi publik.
Angkutan Kota K17 Trayek (Cikarang-Cibarusah) merupakan salah satu alat
transportasi. Permasalahan Angkot K17 biaya tarif tidak sesuai dengan tarif dishub,
waktu tunggu yang terlalu lama, kondisi tidak laik, dan tidak nyaman saat naik
kendaraan. Perlu dilakukan kajian penelitian untuk mengatasi permasalahan
Angkot K17 Trayek (Cikarang-Cibarusah). Tujuan penelitian adalah mengevaluasi
kinerja operasional dan kelayakan tarif angkutan kota K17 trayek Cikarang-
Cibarusah. Metode analisis data yang digunakan untuk menghitung kinerja
operisional berdasarkan SK Direktorat Jenderal Perhubungan Darat No 687 tahun
2002 dan analisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK) berdasarkan Keputusan
Menteri Perhubungan Nomor 251 Tahun 2022. Hasil evaluasi kinerja operasional
ditemukan bahwa beberapa aspek sudah memenuhi standar seperti kecepatan
perjalanan namun
load factor, headway, waktu tunggu masih perlu diperbaiki.
Hasil perhitungan biaya operasional kendaraan (BOK) usulan tarif yang sesuai
sebesar Rp 144,-. Solusi penanganan Angkot K17 Trayek (Cikarang-Cibarusah)
untuk load factor perlu ada pengurangan 2 armada, headway perlu ditambah
menjadi 4,2 menit agar bisa melayani kebutuhan angkutan ditrayek tersebut.