Abstract :
Indonesia menjadi salah satu negara pengimpor minyak bumi terbesar di dunia, ketersedian minyak bumi ini semakin berkurang sementara penggunaanya semakin meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas industri, meningkatnya angka kendaraan bermotor dan sebagainya. Penggunaan bahan bakar pertalite masih menjadi sumber utama untuk kendaraan. Dampaknya secara terus menerus akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Salah satu soliusi alternatif untuk mengurangi dampak penggunaan pertalite yaitu menambahkan minyak cengkeh sebagai zat aditif. Minyak cengkeh dapat larut dalam bahan bakar karena berdasarkan hasil oksidasi terhadap komponen penyusunnya banyak mengandung atom oksigen sehingga dapat meningkatkan pembakaran bahan bakar dalam mesin. Penelitian ini berfokus pada pengaruh penambahan zat aditif minyak cengkeh terhadap hasil emisi gas buang dan tingkat konsumsi bahan bakar. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil pengujian emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar pada kendaraan mobil barang bak terbuka (Pick up) sebelum dan setelah ditambahkan zat aditif. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode eksperimen. Penelitian menunjukkan campuran pertalite sebesar 1000ml ditambahkan zat aditif minyak cengkeh 0%, 1%, 2%, 3% dan 4%. Hasil penelitian menunjukkan PCM3 (30 ml minyak cengkeh) menghasilkan CO terendah sebesar 0,66% dan PCM2 (20ml minyak cengkeh) menghasilkan HC terendah sebesar 141,8 ppm. Secara spesifik rata-rata pada PCM4 (40 ml minyak
cengkeh) menghasilkan konsumsi bahan bakar terendah sebesar 0,2209 ml/ detik.