Abstract :
Agar dapat tercapainya transportasi yang aman, nyaman dan berkeselamatan, maka pelaksanaan Pengujian Kendaraan Bermotor harus dilaksanakan dengan prosedur dan tata cara yang telah ditentukan dengan benar sesuai dasar hukum yang berlaku. Di Indonesia kasus kecelakaan sendiri masih sangat tinggi, terutama pada truk besar yang faktor utamanya adalah karena gagalnya sistem pengereman.Rem merupakan komponen yang sangat penting bagi kendaraan bermotor. Penelitian ini menggunakan metode Diagnosis Prognosis untuk memeriksa bagian sistem rem Full Air Brake pada kendaraan truk jbb diatas 7500 kg. Pada Diagnosis Prognosis akan berfokus pada hasil pemeriksaan teknis maupun laik jalan, yang nantinya hasil pemeriksaan itu akan diberikan kesimpulan berupa kerusakan yang harus diperbaiki oleh pemilik kendaraan tersebut.
Berdasarkan analisis data yang didapatkan yaitu pemastian persyaratan teknis pada pengujian kendaraan bermotor belum berjalan secara maksimal karena penguji tidak melakukan sesuai dengan kaidah diagnosis prognosis. Pada penilaian kelaikan jalan telah sesuai dengan SOP pengujian, namun belum mengacu pada pedoman kaidah-kaidah analisis laboratorium.