Abstract :
Jenis kendaraan yang banyak digunakan untuk angkutan barang adalah
kendaraan dengan berbahan bakar solar atau diesel. Kendaraan diesel
menghasilkan ketebalan asap yang cukup signifikan dikarenakan mengandung
beberapa senyawa yang berbahaya diantaranya particulat. Perlu adanya upaya
untuk mengurangi kadar emisi yang dihasilkan kendaraan, Baik dengan cara
perawatan kendaraan maupun bahan bakar. Salah satu solusi dari masalah
tersebut adalah dengan penambahan zat aditif, zat bioaditif serta biodiesel
minyak jelantah. Zat aditif yang digunakan pada penelitian ini adalah lupromax
dan zat bioaditif yang digunakan adalah minyak atsiri.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dilakukan
dengan menggunakan standar SNI 09-71 18.2-2005. Dengan mengunakan alat
uji diesel smoke tester merek KOENG DS-2000 buatan Korea. Prosedur spesifikasi
pencampuran penelitian ini adalah dengan solar murni 15 liter kemudian zat
aditif 60ml, zat bio aditif 60ml dan minyak jelantah 80ml selanjutnya campuran
tersebut di variasikan takarannya.
Dari penelitian yang dilakukan pada masing-masing zat dan minyak jelantah
didapatkan hasil bahwa tingkat penurunan kadar emisi terbesar terjadi pada saat
pencampuran zat aditif, zat bio aditif dan minyak jelantah dengan nilai opasitas
18,2%. Dan perbandingan sebelum dilakukannya pengujian, kendaraan
Mitsubishi L300 memiki nilai opasitas sebesar 48,5% setelah pengujian
penambahan campuran rata-rata angka opasitas turun dengan nilai opasitas
tertinggi setelah pencampuran adalah solar murni dengan minyak jelantah yaitu
35,5% opasitas