Abstract :
Kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah
faktor kendaraan, dan faktor geometrik jalan. Kecelakaan rem blong berulang kali
terjadi di geometrik jalan menurun. Dalam upaya meminimalisir kecelakaan,
pencegahan dapat dilakukan dengan peningkatan keselamatan melalui perbaikan
perlengkapan jalan.
Penelitian ini menggunakan ebebrapa metode yaitu, metode Root Cause
Analysist (RCA) untuk mencari akar penyebab kecelakaan yang berulang dengan
penyebab yang sama. Metode Road Accident Mapping untuk melihat sebaran lokasi
kecelakaan, sehingga bisa digunakan untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan, dan
mengukur kemiringan jalan. Metode Percentile 85 untuk mengetahui kecepatan rata?rata kendaraan yang melintas, lalu untuk menentukan batas kecepatan aman
menggunakan pendekatan fisika yang menghitung energi mekanik yang dihasilkan
kendaraan dijalan menurun dan menghubungkan dengan kalor yang dihasilkan
dikampas rem, dan kemudian membandingkannya dengan kapasitas maksimal
kampas rem, sehingga dapat menetukan batas kecepatan aman.
Berdasarkan hasil pengolahan data, karakteristik kecelakaan yang sering
terjadi di ruas Jalan Buntu-Banyumas adalah Out Of Control. Dari hasil analisis
perhitungan, diketahui kecepatan aman yang sesuai dengan lokasi rawan kecelakaan
pada ruas Jalan Buntu-Banyumas km 0.7-km 4.5 adalah 20 km/jam. Beberapa upaya
yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pada lokasi rawan kecelakaan
yaitu menambahkan rambu batas kecepatan, menambahkan rambu peringatan untuk
menggunakanngigi rendah 1, melakukan perbaikan serta perawatan kepada
perlengkapan jalan yang sudah ada, dan membuat jalur penyelamatan untuk
meredam laju kendaraan yang kehilangan kendali ketika terjadi rem blong.
Kata kunci : Rem blong, Energi Mekanik, Termodinamika.